Pernahkah kita bertanya seberapa penting atau vitalnya air dalam kehidupan umat manusia ?
apakah kita manusia bisa hidup tanpa air ?. Jawabannya tentu tidak bisa.
bahkan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air/ cairan, yaitu di sekitar 60 persen.
Air Adalah kebutuhan utama manusia, tanpa air tidak akan ada kehidupan. Tuhan menyebut dirinya sebagai “sumber air yang hidup”, artinya Tuhan sumber kehidupan, sumber kekuatan, dan sumber pengharapan.
Tuhan berbicara kepada bangsa Israel dengan nada yang menyentuh hati, Tuhan mengingatkan bagaimana dahulu Ia memimpin mereka keluar dari Mesir, menuntun mereka di padang gurun dan membawa mereka masuk ke negeri yang baik. Tuhan setia, Tuhan memelihara, dan Tuhan mencukupkan, tapi apa yang terjadi ? Bangsa Israel justru meninggalkan Tuhan ( ayat 13 ).
Bangsa Israel melakukan kejahatan atau dosa ganda didalam Yeremia tadi, yaitu:
Yang Pertama: Meninggalkan Tuhan dan menukarnya dengan ilah ilah lain.
Yang Kedua : Menggali tempat penampung air sendiri yang bocor.
Mereka mencari kepuasan dan kenyamanan sendiri diluar Tuhan, berharap pada berhala/ ilah lain, padahal semua itu tidak bisa memberikan hidup yang sejati.
Tuhan memberikan aturan aturan kepada kita manusia dengan tujuan kebaikan kita sendiri, namun seringnya kita merasa sebaliknya.
Sedikit sharing tentang kehidupan saya, di sekitar tahun 2016 adalah titik terendah dalam hidup saya, baik secara ekonomi dan jg emosi, bahkan saya sempat mengalami psikosomatis.
yaitu akibat stress yang berlebihan sehingga mempengaruhi kinerja tubuh/ fisik, jadi saya itu setiap kali melihat ataupun mencium aroma makanan, perut rasanya seperti diaduk aduk dan mual mual, hal itu saya alami beberapa bulan lamanya sampai berat badan saya yang awalnya 86 kg turun jadi 72 kg. saya saat itu mencoba berbagai cara dan juga meminum obat/ ramuan yang disarankan oleh orang orang, namun hasilnya nihil. Hingga suatu ketika dalam perjalanan dari kota Sragen menuju kota Solo saya naik motor dan saat itu turun hujan deras sekali tetapi saya tetap tidak berhenti, saya terus melaju tanpa mantel hujan, ditengah hujan saya menangis sejadi jadinya. kemudian saya menepi turun dari aspal jalan raya dan berdoa dipinggir jalan, saya tumpahkan dan serahkan seluruh permasalahan saya, beban berat saya, yang semula saya hanya mengandalkan diri sendiri, sekarang sepenuhnya saya andalkan Tuhan Yesus, sang sumber air yang hidup dan yang sejati. Dan sejak detik itu saya benar benar terbebas dari psikosomatis.
Kembali kepada cerita bangsa Israel tadi, kita pun sama, kita percaya kepada Tuhan, tetapi seringkali kitapun masih mencari ilah yang lain. Hati kita belum merasa tenang jika belum banyak uang, masih lebih takut kehilangan jabatan daripada takut kehilangan hadiratNya. Kita mencari pengakuan manusia lebih daripada mencari perkenaan Tuhan kita. Dan tanpa kita sadari kita telah menggali kolam kolam ataupun penampungan air yang bocor tadi. Kelihatan menjanjikan tetapi tidak benar benar memberikan damai Sejahtera.
Didalam masa pra paskah yang ke III ini kita diingatkan untuk Kembali ke sumber air yang hidup. Mari kita Kembali kepada sumber yang sejati,
- Kita periksa hati kita dengan jujur, apa yang paling kita andalkan hari hari ini ?
- Bangun Kembali waktu Bersama Tuhan, bukan karena kewajiban tetapi karena kebutuhan
- Belajar bersandar pada Tuhan dalam setiap Keputusan kecil maupun besar.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita masih minum dari sumber air hidup ? atau saat ini kita sedang sibuk menggali kolam penampungan sendiri ?.
Memasuki masa puasa minggu ketiga ini mari kita Bersama sama menarik hati untuk lebih mendekatkan diri kedalam sumber air yang hidup, baik dalam kehidupan rumah tangga kita dan juga dalam setiap pelayanan kita, kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amien.