(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Ibadah

05 Mei 2024

renungan Ibadah, Sahabat Melampaui Sekat - Minggu Paskah VI Masa Pentakosta 2024, LPP Sinode GKJ dan GKI SW Jateng, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Sahabat Melampaui Sekat - Minggu Paskah VI Masa Pentakosta 2024

Bacaan Alkitab :

  • Kisah Para Rasul 10: 44 - 48
  • Mazmur 98
  • I Yohanes 5: 1 - 6
  • Yohanes 15: 9 - 17

Bahan Renungan :

Batas adalah garis pemisah, sekat yang membatasi sesuatu sehingga tidak bisa bertemu atau bersatu dengan yang lain. Batas adalah kenyataan yang timbul akibat dosa. Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kehidupan di Taman Eden menggambarkan tidak adanya sekat atau pemisah. Manusia hidup dalam persekutuan yang indah dengan Tuhan, sesama dan alam. Dosalah yang telah menciptakan sekat yang memisahkan manusia dengan Allah, sesama dan alam di sekitarnya.

Dalam keberdosaan dan keterbatasannya, manusia berusaha mendefinisikan Allah sebagai realitas tertinggi dalam hidupnya. Manusia mengaku bahwa Allah itu Maha Kuasa. Tetapi bersamaan dengan itu, manusia membatasi kemahakuasaan Allah berdasarkan pengertiannya sendiri.

Sebagai orang Yahudi, rasul Petrus meyakini bahwa kuasa kasih Allah hanya bekerja dan diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi saja. Tetapi, pengalaman iman telah mengubah dan membarui pengertiannya. Dalam suatu penglihatan, Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya, bahwa apa yang dinyatakan halal (boleh) oleh Allah, tidak boleh dinyatakan haram (tidak boleh, dilarang) oleh manusia (Kis. Pr. Rasul 10:15) . Tidak mudah bagi rasul Petrus untuk dapat memahami dan menerima hal ini. Namun, Roh Kudus terus membimbing rasul Petrus sehingga pada akhirnya ia pun menyadari bahwa Tuhan tidak membedakan manusia (ayat 37). Pengertian ini semakin diteguhkan dengan peristiwa turunnya Roh Kudus ke atas Kornelius beserta sanak saudara dan sahabat-sahabatnya (ayat 44).

Demikianlah Allah menyatakan kedaulatan dan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Mazmur 98 pun menyatakan bahwa Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa dengan keadilan dan kebenaran. Artinya, Tuhan itu berkuasa bukan atas satu bangsa saja melainkan atas semua bangsa, semua manusia.

Mengimani Allah yang Mahakuasa berarti mengakui keberadaan dan karya-Nya yang tak terbatas. Gerak nyata dari kuasa kasih Allah melampaui sekat-sekat pemisah akibat dosa. Tuhan Yesus bersabda, “… Aku menyebut kamu sahabat …” (Yohanes 15:15) dan “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15:16). Tindakan merobohkan sekat itu dilakukan oleh Allah sendiri. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, bisa dilakukan Allah. Di dalam Kristus, manusia berdosa dapat berjumpa dengan Allah dan menikmati kebesaran kasih-Nya, menjadi sahabat-sahabat Allah. Hubungan persahabatan menekankan kedekatan yang khusus dan spesial, berbeda dengan hubungan tuan dan hamba. Sahabat dipandang memiliki kedudukan yang sejajar bahkan menempati tempat istimewa dalam hati dan hidup seseorang.

Hubungan persahabatan adalah hubungan timbal-balik. Jadi semestinya, bukan hanya Tuhan Yesus yang telah memilih dan mengasihi para murid, tetapi para murid juga dipanggil untuk setia dan mengasihi Tuhan Yesus. Cara mengasihi Tuhan Yesus adalah dengan melakukan perintah-perintah-Nya (Yohanes 15:14). Perintah-Nya ialah supaya para murid saling mengasihi sebagaimana Yesus telah mengasihi mereka (Yohanes 15:12).

Rasul Yohanes menegaskan bahwa dengan iman, orang percaya mengalahkan dunia. Iman yang dimaksudkan adalah percaya dan menerima karya Allah dalam Yesus Kristus. Sangat menarik untuk memperhatikan secara khusus perkataan rasul Yohanes, “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Pada bagian sebelumnya, rasul Yohanes berbicara tentang roh antikristus yang bekerja dalam dunia. Roh antikristus tidak mempercayai bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia dan tidak mengakui bahwa Yesus berasal dari Allah (I Yohanes 4:2-3). Dengan begitu roh antikristus menyesatkan banyak orang untuk tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Mereka dikuasai hal-hal duniawi sehingga tidak mampu menerima kebenaran yang melampaui keterbatasan dunia. Hingga saat ini, masih banyak orang berkata, “Tidak mungkin Allah menjadi manusia. Tidak mungkin Allah mati di kayu salib”.

Sebaliknya, Roh Kudus menolong orang untuk percaya bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia dan mengaku bahwa Ia berasal dari Allah. Roh Kudus menolong orang percaya untuk memahami dan menerima kebenaran yang melampaui akal manusia. Dengan demikian, tidaklah berlebihan bila rasul Yohanes membesarkan hati orang-orang percaya dengan menyebut mereka sebagai orang-orang yang telah mengalahkan dunia.

Namun tidak berhenti sampai di sini saja. Orang-orang percaya harus terus hidup mengasihi Allah dan taat melakukan perintah-perintah-Nya (I Yohanes 5:2). Hal ini sejalan dengan kehendak Tuhan Yesus, “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yohanes 15:16). Tuhan Yesus menghendaki agar orang percaya terus menghasilkan buah, bukan hanya sekali berbuah atau kadang berbuah, kadang tidak. Untuk bisa berbuah, orang percaya harus tinggal di dalam kasih Allah. Kasih Allah merupakan nutrisi penting yang kita butuhkan agar dapat menghasilkan buah. Karena itu, Tuhan Yesus memanggil kita untuk tinggal di dalam kasih-Nya dengan senantiasa mewujudnyatakan kasih dalam hidup sehari-hari. Amin.

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode